Pada jaman dahulu kala, di suatu negri yang jauh, hiduplah seorang pangeran. Pangeran itu adalah itu adalah Pangeran Penghapus. Setiap hari tugasnya adalah menghapus setiap tulisan yang tidak berguna lagi dan dia melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh.
Suatu hari, di saat dia Pangeran Penghapus sedang berjalan-jalan Di dekat sungai tinta, dia mendengar suara tawa seorang perempuan. Dan suara itu ternyata berasal dari seorang putri dari negri seberang, yaitu Putri Pensil. Sang Putri terlihat sedang bermain dengan pensil-pensil yang lain. Lalu beberapa saat kemudian, sang Putri bersama para pensil yang lain pun pergi. Sang Pangeran pun juga pergi untuk pulang ke istana alat tulis.
Esoknya, saat Pangeran sedang berjalan dekat sungai tinta untuk menuju taman bunga kertas, lagi-lagi dia mendengar suara sang Putri, tapi kali ini bukanlah suara tawa yang seperti kemarin, melainkan sebuah tangisan. Putri pensil menangis cukup keras hingga terdengar oleh Pangeran, walaupun Putri tidak berteriak. Pangeran pun bersimpati untuk menghibur sang Putri, namun Pangeran tidak mengerti, apa yang harus dia lakukan. Akhirnya Pangeran pun memutuskan untuk mencoba berkenalan dahulu.
“Ehm, hai!” sapa sang Pangeran, namun Putri tidak menoleh maupun menjawab sapa dari Pangeran.
(to be continued)